Mitos: Membaca sambil tiduran menyebabkan mata minus
Fakta: Mitos
ini tidak benar. Seseorang yang sudah punya kecenderungan rabun jauh,
misalnya dalam keluarga hampir semua menderita rabun jauh, meski tidak
pernah membaca sambil tiduran, tetap saja berpotensi terkena rabun jauh.
Yang menjadi masalah dalam aktivitas ini adalah apabila jarak baca
terlalu dekat. Seperti diketahui membaca sambil tidur biasanya membuat
jarak buku dengan mata makin lama makin dekat sehingga mata dipaksa
untuk terus fokus dalam jarak yang tidak ideal. Tidak hanya sambil
tiduran, membaca sambil duduk atau berdiri sekalipun kalau jaraknya
kurang dari 12 inci (sekitar 30 cm) membuat mata cepat lelah sehingga
dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan rabun jauh.
Mitos: Membaca dengan cahaya remang-remang menyebabkan mata minus
Fakta: Membaca
dalam ruang yang penerangannya kurang membuat mata cepat lelah. Seperti
laiknya melihat dalam gelap, mata harus berakomodasi maksimal supaya
obyek dapat terlihat. Saat membaca sebaiknya penerangan dalam ruangan
tersebut cukup, lebih baik lagi kalau cahaya datang dari arah belakang
anak. Tak hanya remang-remang, cahaya yang berlebihan pun sama tak
layaknya untuk kesehatan mata.
Minggu, 30 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar